Thermocline, Holocline dan Pycnocline

Thermocline adalah sebuah lapisan temperatur pembatas antara air yang berada di permukaan dengan yang berada di bawah permukaan. Suhu air akan menurun dengan cepat semakin ke dalam atau dasar laut. Faktor yang mempengaruhi kedalaman dan ketebalan termoklin meliputi variasi cuaca musiman, lintang, dan keadaaan lingkungan sekitar seperti pasang surut dan arus. Pada lapisan termoklin 200-2.000 m sealu terjadi penurunan suhu yang drastis.

sumber gambar: http://rsmithearthscience.weebly.com

Holocline adalah lapisan yang erat kaitannya dengan salinitas dalam badan air. Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Salinitas pada kedalaman umumnya semakin tinggi karena di dasar laut terjadi pengendapan zat-zat yang jatuh dari permukaan atau sisa-sisa organisme laut. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.

Pycnocline adalah lapisan yang memperlihatkan gradien densitas. Kepadatan atau tekanan di dalam air semakin besar saat kedalaman semakin tinggi. Pycnocline adalah kemerosotan atau lapisan dimana gradien densitas adalah terbesar dalam badan air. Suatu arus tekanan samudera dihasilkan oleh kekuatan seperti patahan ombak, temperatur, angin, efek coriolis, dan pasang disebabkan oleh tarikan gravitasi dari bulan dan matahari.

0 Response to "Thermocline, Holocline dan Pycnocline"

Post a Comment