Kependudukan

Kependudukan, ternyata dipelajari dalam geografi. kajian kependudukan ini masuk dalam objek kajian sosial, dimana manusia sebagai objek kajian utamanya. Terus bagaimana dengan sudut pandang geografi mengkaji kependudukan ini? Geografi memandang manusia sebagai mahluk yang menempati ruang (spatial) yang akan memberika dampak sehingga akan muncul pola atau karakteristik yang khas.

Teori tentang kependudukan banyak diungkapkan oleh berbagai ahli. Seperti yang diungkapkan oleh Malthus An Essay on Population : Penduduk berkembang menurut deret ukur (1,2, 4, 8,…),sedangkan Bahan pangan berkembang menurut deret hitung (1, 2, 3, 4,…). Sedankan Mark mengungkapkan bahwa semakin banyak jumlah manusia, maka akan semakin banyak produksi pangan yang dihasilkan. Selanjutnya Arsene Dumont mengungkapkan bahwa anusia selalu ingin meningkatkan status sosialnya, Semakin tinggi status sosialnya, semakin enggan memproduksi anak dan makin lepas dari lingkungan natural dan keluarganya. Teori Davis mengungkapkan bahwa penurunan fertilitas diakibatkan oleh adanya faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya konsepsi salah satunya adalah dengan pemakaian alat kontrasepsi.

Secara umum teori di atas lebih menyoroti kepada dampak dan sebab dari tumbuhnya dan berkurangnya suatu penduduk. Tentunya teori yang diungkapkan oleh para ahli kependudukan di atas merupakan analisis yang dilakukan saat itu sesuai masanya.

Geografi dengan kajian khas interaksi manusia dengan objek fisik (alam) maka karakteristik dalam materi kependudukan akan terlihat bagaimana hubungan antara manusia dengan objek fisik. Misalnya saja adanya diferensiasi antara persebran penduduk di daerah dataran tinggi dan dataran rendah. selain itu kajian kependudukan dalam geografi tidak hanya membahas terkait persebaran penduduk,tetapi kajian secara kualitas dan kuantitas. Mengkaji kependudukan biasanya dalam geogrfai menggunakan ilmu bantu yang disebut dengan demografi yaitu ilmu pengetahuan untuk menyelidiki mencatat secara statistik penduduk berkaitan dengan perkembangan, kepadatan, kelahiran, kematian, perpindahan, pendidikan. Kata Demografi ini berasal dari bahasa Yunani, demos = penduduk, graphein = deskripsi. 
Geogrfai dengan ilmu bantu demografi dapat mendata informasi seputar penduduk dengan melakukan pencatatan, yang dikenal dengan sensus. Sensus dari bahasa yunani cencere = menghitung/ menaksir. Proses pencatatan atau pendataan pendudukan ada beberapa jenis yakni sensur, registrasi, dan survei.
Pertama Sensus Jenis sensus ada dua yaitu:
1. Sensus de jure : berdasarkan tempat tinggal sebenarnya
2. Sensus de facto : berdasarkan tempat tinggal saat sensus
sedangkan untuk metode atau cara melakukan sensus dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu:
1. House Holder : angket diisi kepala keluarga
2. Canvasser : angket diisi petugas sensus

Kedua Registrasi adalah catatan secara continue/terus menerus yang dilakukan oleh dinas terkait terhadap penduduk suatu wilayah administrasi.

Keiga Survei merupakan pencacahan penduduk metode dengan cara mengambil contoh daerah yang dapat mewakili keseluruhan daerah.

0 Response to "Kependudukan"

Post a Comment