Mineralogi Fisik

smartgeografi.com-Mineralogi merupakan ilmu yang mempelajari tentang asal usul, pembentukan, sifat fisik, sifat kimia, serta klasifikasi dan manfaat mineral. Mineral adalah zat atau benda yang biasanya padat dan homogen, merupakan hasil bentukan alam, anorganik, memiliki sifat-sifat fisik dan kimia tertentu serta umumnya berbentuk kristalin.

Menurut asal usul pembentukannya, mineral dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

1. Mineral primer: 

terbentuk melalui proses primer
Macam-macam proses primer:
a. Pembekuan magma (magmatisme)
Contoh mineral: ortoklas, olivin, hornblende b. Sedimentasi & kristalisasi larutan
Contoh mineral: gipsum, halit, kalsit c. Pengendapan uap
Contoh mineral: gipsum, belerang, alunit d. Metamorfisme
Contoh mineral: emas, tembaga e. Hidrotermal
Contoh mineral: andalusit, silimanit, kyanit

2. Mineral sekunder: 

terbentuk melalui proses sekunder
Proses sekunder yang dimaksud adalah oksidasi. Contohnya adalah ortoklas teroksidasi menjadi
mineral lempung.

Penentuan nama mineral dapat dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat fisik mineral yang satu dengan yang lainnya. Sifat-sifat fisik suatu mineral ditentukan oleh susunan atom-atomnya dan komposisi kimianya.

Sifat-sifat fisik mineral antara lain:

1. Warna: 

kesan mineral jika terkena cahaya
Warna mineral dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
a. Idiokromatik: warna selalu tetap (biasanya pada mineral yang tidak tembus cahaya atau mineral opaque)
b. Allokromatik: warna mineral tidak tetap, tergantung pada zat pengotornya (biasanya pada mineral tembus cahaya)
Selain itu, mineral juga dibedakan berdasarkan ketembusan cahayanya, yaitu:
a. Transparent: sepenuhnya tembus cahaya b. Translucent: tembus cahaya sebagian
c. Opaque: tidak tembus cahaya

2. Kilap (luster):

Kesan mineral akibat pantulan cahaya yang dikenakan padanya
Kilap dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
a. Kilap logam. Contoh mineral: pirit, galena, emas 
b. Kilap non-logam
Macam-macam kilap non-logam: 
(1) Kilap kaca (vitreous). Contoh mineral: kalsit, kuarsa, halit
(2) Kilap intan (adamantine): biasanya dimiliki oleh batu mulia (mineral berindeks bias tinggi).Contoh mineral: intan, korundum
(3) Kilap sutra (silky): seperti jalinan benang, timbul karena struktur serabut. Contoh mineral: gipsum, asbestos
(4) Kilap mutiara (pearly): seperti mutiara atau bagian dalam kulit kerang; biasanya dimiliki oleh mineral dengan struktur berlapis. Contoh mineral: talk
(5) Kilap lemak (greasy): kesan permukaan berminyak. Contoh mineral: nefelin
(6) Kilap tanah (dull/earthy): kesan buram seperti tanah, tidak cemerlang ataupun berkilau. Contoh mineral: kaolinit, limonit
(7) Kilap damar (resinous). Contoh mineral: sphalerit

3. Kekerasan (hardness):

ketahanan mineral terhadap goresan
Secara relatif, kekerasan ditentukan menggunakan skala Mohs, mulai dari skala 1 (mineral terlunak)
sampai skala 10 (mineral terkeras).

Skala Mohs Mineral
1 Talk
2 Gipsum
3 Kalsit
4 Fluorit
5 Apatit
6 Ortoklas
7 Kuarsa
8 Topaz
9 Korundum
10 Intan

4. Cerat/gores (streak)

warna mineral dalam bentuk bubuk
Cerat bisa sama atau berbeda dengan warna mineral. Umumnya warna cerat pada suatu mineral tetap. Contoh:
- Cerat pada hematit: merah tua
- Cerat pada emas: kuning
- Cerat pada pirit: hitam

5. Belahan (cleavage): 

kenampakan mineral berdasarkan kemampuannya membelah melalui bidang- bidang yang rata dan licin.
Belahan diklasifikasi berdasarkan kesempurnaan bidang belahannya dan jumlah arah bidang belahannya. Berdasarkan kesempurnaan bidang belahanannya, terdapat 4 macam belahan, yaitu:
a. Sempurna (perfect): bidang belahan sangat rata, sulit dipecah jika tidak melewati bidang belahannya
b. Baik (good): bidang belahan rata, tapi masih bisa pecah pada arah lain
c. Jelas (distinct): bidang belahan jelas, tapi tidak begitu rata; bisa pecah pada arah lain dengan mudah
d. Tidak sempurna (imperfect): bidang belahan sangat tidak rata; kemungkinan menghasilkan belahan sangat kecil dan cenderung membentuk pecahan
Berdasarkan jumlah arah bidang belahannya, ada 4 macam belahan, antara lain:
a. Belahan 1 arah
Contoh mineral: muskovit, biotit b. Belahan 2 arah
Contoh mineral: feldspar, gipsum c. Belahan 3 arah
Contoh mineral: kalsit, halit
d. Belahan 4 arah
Contoh mineral: fluorit


6. Pecahan (fracture): 

kemampuan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata dan tidak teratur. Jenis-jenis pecahan:
a. Pecahan konkoidal: permukaan melengkung atau bergelombang seperti cangkang atau kaca. Contoh mineral: kuarsa
b. Pecahan berserat (fibrous/splintery): pecah menjadi serat. Contoh mineral: asbestos
c. Pecahan tidak rata (uneven): permukaan kasar atau tidak rata. Contoh mineral: garnet
d. Pecahan rata (even): permukaan cukup rata
e. Pecahan runcing (hackly): permukaan tidak teratur, kasar, dan meruncing. Contoh mineral: tembaga
f. Pecahan tanah: pecahan tidak teratur dan seperti tanah. Contoh mineral: kaolinit


7. Bentuk & struktur

Terdapat 3 macam bentuk mineral, antara lain:
a. Kristalin: apabila suatu mineral mempunyai bidang kristal yang jelas
b. Mineraloid: apabila suatu mineral berbentuk kristal yang masih prematur 
c. Amorf: apabila suatu mineral memiliki susunan atom/molekul yang acak

8. Berat jenis: 

perbandingan/rasio antara berat mineral dengan berat air pada volume yang sama

9. Sifat dalam (tenacity): 

reaksi mineral terhadap gaya/stress yang mengenainya (penekanan, pemotongan, pembengkokan, pematahan, pemukulan, penghancuran, dll)
Macam-macam sifat dalam mineral:
a. Brittle (rapuh). Contoh mineral: kuarsa 
b. Sectile (dapat diiris). Contoh mineral: gipsum 
c. Ductile (dapat dipintal). Contoh mineral: tembaga 
d. Malleable (dapat ditempa). Contoh mineral: emas
e. Elastic (lentur/kenyal).Contoh mineral: muskovit
f. Flexible (fleksibel).Contoh mineral: talk

10. Kemagnetan: 

reaksi mineral terhadap medan magnet di sekitarnya
Macam-macam sifat kemagnetan dalam mineral:
a. Ferromagnetik: mineral dengan sifat magnetik. Contoh mineral: magnetit, pirhotit, platina
b. Paramagnetik: mineral yang tidak mempunyai kemagnetan, namun merespon medan magnet. Contoh mineral: garnet, biotit, turmalin
c. Diamagnetik: mineral yang tidak mempunyai kemagnetan dan tidak merespon medan magnet. Contoh mineral: gipsum, halit, kuarsa


11. Sifat fisik khusus pada mineral tertentu

Contoh :
- Halit: rasanya asin
- Belerang: baunya menyengat
- Mineral karbonat: bereaksi dengan asam
- Grafit: terasa berminyak jika dipegang

Sumber: Modul Pakel 1 Kristal dan Mineral-ALC
Share on Google Plus

About Tuti Rina Lestari

Selamat datang di smartgeografi.com, refernsi belajar mudah seputar materi geo, olimpiade, fenmena, dan tips belajar mudah geografi.

0 komentar:

Post a Comment

Featured post

Siklon Tropis Dahlia

smartgeogrfai.com  - Fenomena alam akhir-akhir ini diramaikan dengan kehadiran Dahlia. Siapakah ia? Dahlia adalah nama bunga yang digunak...